Rabu, 25 Desember 2013

SMA Story (Love)

Kata orang SMA itu penuh dengan kisah cinta, ada yang menemukan cinta sejatinya, cinta monyetnya, kadang ada yang menemukan monyetnya. Dan di jaman sekarang, masih ada aja orang tua yang gak ngebolehin anaknya menjalin cinta di masa SMA. Bukankah masa ini, masa yang paling menyenangkan untuk membuat kisah itu? Bukankah mereka (orang tua) juga mempunyai kisah yang begitu amat menyenangkan? Kalau begitu, kenapa mereka melarang seorang anak SMA untuk membuat kisah yang amat menyenangkan untuk dilakukan dan dikenang di esok hari kelak?

Di dunia ini hanya ada dua bagian bukan, baik dan jahat, cantik dan buruk, pintar dan bodoh. Aku tidak bilang orang tua yang seperti itu jahat, tapi tidak membenarkan mereka baik pula. Mereka pasti memikirkan baik dan buruknya. Seakan-akan semua itu menyatu, yang berarti mereka memilih keduanya menjadi satu tanpa memilih salah satu dari bagian itu. Yang aku tau, satu itu jauh lebih baik. Setiap cara pikir orang berbeda-beda, untuk membuat anak-anaknya senang bukankah itu keinginan semua orang tua?

Aku ada cerita dikit tentang cewek SMA yang gak perduli status dia sebagai seorang pelajar, santai banget, gak punya etika sama gurunya, emang udah bawaan lahir atau keturunan gak tau deh. Di semester pertama, gak ada guru yang suka sama dia kecuali guru seninya, ya karna bakatnya di seni. Dan dia bakal asik sama guru yang buat dia gak pusing, santai, dan gak ngebosenin. Sayangnya, pelajaran mana sih yang gak bikin pusing selain pelajaran yang sesuai dengan bakat?
Pertama masuk SMA dia masih menjalin kasih atau berpacaran dengan temen gaul SMPnya dulu, gak lama sih sekitar semingguan setelah masuk SMA, akhirnya dia jomblo, dan disaat jomblo bukan membuat dia jadi fokus kepelajaran tapi malah makin seenak-enaknya sampai bolos sekolah. Gak lama setelah itu, dia pacaran dengan temen SMPnya dulu, ya gak lama juga hanya seminggu. Sekitar 3 bulan dia ngejomblo, makin parah, semuanya makin parah.

"Penerimaan Raport Semester"

Gak payah diomongin lagi deh, pasti ancur banget. Yap, benar. Remedi dimana-mana, prilakupun gak ada yang bagus, semuanya ngecewain kecuali nilai seninya yang paling tinggi diangkatan dia.

"Semester 2"

Awal masuk semester ini belum ada perubahan, awal ini dia berpacaran dengan kakak kelasnya dulu di SMP sekarang masih SMA cuma tidak satu sekolah dengan dia, tidak lama hanya 3 hari dan kandas begitu saja. Because he's so annoying. Berapa minggu setelah itu dia berpacaran lagi dengan temen nongkrongnya, sangat mengganggunya, dia gak ingin hubungan ini, saat pacaran dengannya pun dia banyak dekat dengan lelaki lain hanya sebulan. Akhirnyapun mereka putus. Belum ada yang bisa merubah dia di sekolah, sedikit membuang sifat buruknya, belum ada. Beberapa hari setelah itu, dia menjalin kasih dengan teman dekatnya, ya itu sangat membantu. Dia mulai meminta maaf sama guru-guru yang telah dia sakiti hatinya. Lelaki itu yang mampu. Dia begitu heran, mengapa dia begitu terbuka dan menuruti nasehat lelaki tersebut. Tapi saat semester 2 dia sangat sibuk dengan karir bermusiknya, jadi nilai yang tidak sesuai harapan itu datang dari karirnya karna dia belum bisa mengatur, masalah sifatnya sudah bisa terkendali. Penerimaan raport semester 2 pun nilai-nilainya tidak begitu menyakitkan, mencukupi sih lebih tepatnya. Dia tau, dia kecewakan orang tuanya karna tidak masuk jurusan keinginan mereka, padahal itu semua karna dia sendiri ingin kokoh akan pendiriannya. Masalah itu telah berlalu. Walauun banyak perjanjian yang dimuat.

"Semester 3"

Semakin sibuk dia dengan karirnya, bahkan dia tidak masuk kelas selama 2 bulan, tapi dia sanggup mencukupi nilai-nilainya dan meminta tugas-tugas tambahannya. Ini semua karna dorongan lelaki itu, dia pasti tidak sanggup melakukan tugas yang bertumpuk selama 2 bulan itu, dia ikut membantu tugas itu, dan turut mengajarinya dia. Semester 3 ini adalah semester yang sangat menyibukan baginya, tapi ntah mengapa dia mendapat hasil yang sangat memuaskan, juara dan nilai di atas rata-rata. Dia bangga akan dirinya, dan dia tau, dia akan bisa atau lebih bisa bila dia bersama lelaki itu.

Kesimpulan : Dia ingin orang tuanya mengerti akan kisah SMAnya. Dia gak perlu larangan, karna dia tau batasan. Dia akan sangat sukses bila orang tua turut menyetujui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar