Selasa, 31 Desember 2013

Apa Aku Berkhianat?

Masa lalu, kenangan, adalah kata-kata mujarab yang akan membuat kita galau setengah mati, asal gak sampe mati aja. Kata move on emang selalu berlaku jikalau kita udah biasa aja ngeliat kenangan-kenangan itu. Apalagi kalau kita udah punya orang yang membuat kita terus menatap ke depan.

Menjadi kepunyaan orang dalam kurun waktu yang cukup lama bukan berarti akan menjadi kepunyaan untuk selamanya. Mungkin bisa untuk dimiliki selamanya, tapi akankah bisa sang kepunyaan jadi orang yang tetap sama untuk selamanya? Nggak. Itu yang aku rasain, semua berubah, semuanya seperti terkikis. Ibarat batu jika terus-menerus diterjang oleh air akan habis juga batu tersebut. Apalagi hati yang lembek ini? Disakiti terus-menerus, habislah hati ini. Ya, memang sudah habis.

Tapi aku tetap bertahan, walaupun perasaan itu gak ada lagi. Aku hanya menghargai hubungan kami yang sudah cukup lama ini. Tetap berusaha membuat hubungan ini menjadi menyenangkan, hanya ketus yang ku dapat. Selalu. Ya, hanya itu. Tidak ada usahanya untuk menghargai usahaku ini, tidak seperti aku yang terus berusaha untuk bertahan dalam lingkaran yang sudah kosong ini. Aku tak tau berapa lama aku bisa bertahan.

Sudah lama aku menahan, sudah lama aku merasa sendiri dengan ikatan, tiba-tiba ada sesosok yang datang lagi seakan-akan ingin menjemputku. Ntah, aku tak bisa abaikan dia, dia selalu mempunyai ruang untuk tinggal dihatiku. Dengan kedatangan dia membuatku goyah untuk bertahan dengan hati yang kosong ini, aku harus memutuskan hubungan ini.
Tidak, aku membuat keputusan seperti ini bukan karna kehadiran dia, tapi karna aku tak bisa membohongi hatiku terus-menerus, dan dia? Dia yang membuat aku sadar, aku harus berkata jujur hatiku bukan untuk hubungan ini lagi. Masalah hati siapa tau? Hatilah yang selalu jujur, hatilah yang selalu tau, tapi berhati-hatilah dengan hati.

Hatiku sudah kembali lagi ke tangan dia, dia yang dulu pernah ada di hatiku. Apa akan abadi? Siapa yang tau?

Kamis, 26 Desember 2013

I'm fallin' in love (again)

Cinta bisa datang dan pergi sesukanya, tanpa mengenal situasi dan kondisi.

Taken bukan berarti cinta, itu yang gue rasain sama Putra. Biasa aja, iya semuanya biasa aja, hanya hubungan anak remaja untuk menutupi kesepiannya. Tak berlangsung lama, hanya 1 bulan dan selesai. Nyambung? Nggak, aku bukan tipe orang yang seperti itu. Lebih baik menjomblo dahulu, daripada harus menjalani hubungan yang gak lurus lagi. Karna apa? Pacaran itu seperti benang yang satu, jika diputuskan dan disambung kembali. Apa yang terjadi? Tidak lurus lagi bukan?

Setelah aku tinggalkan Putra, aku tau emang itu keinginan dia. Sembuh luka yang aku rasakan semenjak aku menemukan dia, teman yang selalu ada disaat aku butuh, dia Yoga. Dia selalu ada, untuku.
Hubungan ini selesai, aku dan Yoga semakin dekat, dan dekat, akhirnya aku tau dan aku rasakan. I'm fallin' in love with him. Kami selalu berhubungan, smsan aja sih gak lebih, beberapa hari setelah itu agak kaget juga. Tiba-tiba dia telfon aku.

He said : "Mau gak jadi pacar aku?"
Me : "Ya.."

Simpel. Dan, aku gak tau hubungan ini bakal berhasil apa enggak. Yang jelas aku gak berani serius.
Kasmaran.. itu yang kami rasakan saat baru-baru memulai hubungan. Berjalannya waktu, banyak kejadian, kontra, dan sebagainya yang merusak hubungan kami ini. Dan. Kami lewati, dan dia lupakan begitu saja. Itulah dia, aku gak suka, aku gak pernah suka sifat orang yang seperti itu.

Gak terasa, tinggal berapa bulan lagi hampir setahun, dan aku semakin kehilangan perasaan dengan dia, dia mulai kasar, terlalu egois, dia jauh dari sebelumnya. Yoga yang aku cintai dulu, bukan seperti sekarang. Dan dia tidak pernah merasakan salah.

Disaat hatiku mulai kosong, tiba-tiba ada yang datang, masa laluku, bukan mantan, hanya teman dekatku dulu, aku merasakan itu padanya. Aku rasa, I'm falling in love (again) disaat aku masih taken. Aku gak bisa bilang dia siapa, masih rahasia, tapi aku selalu jujur soal hubunganku dengan Yoga. Karna aku buka tipe orang yang suka dibelakang.

Apapun keputusannya nanti, aku hanya ingin hal ini mengalir saja seperti air walau nanti akan bertemu jurang. Aku mohon, jangan sekarang. Biarkan aku berpikir.

Rabu, 25 Desember 2013

SMA Story (Love)

Kata orang SMA itu penuh dengan kisah cinta, ada yang menemukan cinta sejatinya, cinta monyetnya, kadang ada yang menemukan monyetnya. Dan di jaman sekarang, masih ada aja orang tua yang gak ngebolehin anaknya menjalin cinta di masa SMA. Bukankah masa ini, masa yang paling menyenangkan untuk membuat kisah itu? Bukankah mereka (orang tua) juga mempunyai kisah yang begitu amat menyenangkan? Kalau begitu, kenapa mereka melarang seorang anak SMA untuk membuat kisah yang amat menyenangkan untuk dilakukan dan dikenang di esok hari kelak?

Di dunia ini hanya ada dua bagian bukan, baik dan jahat, cantik dan buruk, pintar dan bodoh. Aku tidak bilang orang tua yang seperti itu jahat, tapi tidak membenarkan mereka baik pula. Mereka pasti memikirkan baik dan buruknya. Seakan-akan semua itu menyatu, yang berarti mereka memilih keduanya menjadi satu tanpa memilih salah satu dari bagian itu. Yang aku tau, satu itu jauh lebih baik. Setiap cara pikir orang berbeda-beda, untuk membuat anak-anaknya senang bukankah itu keinginan semua orang tua?

Aku ada cerita dikit tentang cewek SMA yang gak perduli status dia sebagai seorang pelajar, santai banget, gak punya etika sama gurunya, emang udah bawaan lahir atau keturunan gak tau deh. Di semester pertama, gak ada guru yang suka sama dia kecuali guru seninya, ya karna bakatnya di seni. Dan dia bakal asik sama guru yang buat dia gak pusing, santai, dan gak ngebosenin. Sayangnya, pelajaran mana sih yang gak bikin pusing selain pelajaran yang sesuai dengan bakat?
Pertama masuk SMA dia masih menjalin kasih atau berpacaran dengan temen gaul SMPnya dulu, gak lama sih sekitar semingguan setelah masuk SMA, akhirnya dia jomblo, dan disaat jomblo bukan membuat dia jadi fokus kepelajaran tapi malah makin seenak-enaknya sampai bolos sekolah. Gak lama setelah itu, dia pacaran dengan temen SMPnya dulu, ya gak lama juga hanya seminggu. Sekitar 3 bulan dia ngejomblo, makin parah, semuanya makin parah.

"Penerimaan Raport Semester"

Gak payah diomongin lagi deh, pasti ancur banget. Yap, benar. Remedi dimana-mana, prilakupun gak ada yang bagus, semuanya ngecewain kecuali nilai seninya yang paling tinggi diangkatan dia.

"Semester 2"

Awal masuk semester ini belum ada perubahan, awal ini dia berpacaran dengan kakak kelasnya dulu di SMP sekarang masih SMA cuma tidak satu sekolah dengan dia, tidak lama hanya 3 hari dan kandas begitu saja. Because he's so annoying. Berapa minggu setelah itu dia berpacaran lagi dengan temen nongkrongnya, sangat mengganggunya, dia gak ingin hubungan ini, saat pacaran dengannya pun dia banyak dekat dengan lelaki lain hanya sebulan. Akhirnyapun mereka putus. Belum ada yang bisa merubah dia di sekolah, sedikit membuang sifat buruknya, belum ada. Beberapa hari setelah itu, dia menjalin kasih dengan teman dekatnya, ya itu sangat membantu. Dia mulai meminta maaf sama guru-guru yang telah dia sakiti hatinya. Lelaki itu yang mampu. Dia begitu heran, mengapa dia begitu terbuka dan menuruti nasehat lelaki tersebut. Tapi saat semester 2 dia sangat sibuk dengan karir bermusiknya, jadi nilai yang tidak sesuai harapan itu datang dari karirnya karna dia belum bisa mengatur, masalah sifatnya sudah bisa terkendali. Penerimaan raport semester 2 pun nilai-nilainya tidak begitu menyakitkan, mencukupi sih lebih tepatnya. Dia tau, dia kecewakan orang tuanya karna tidak masuk jurusan keinginan mereka, padahal itu semua karna dia sendiri ingin kokoh akan pendiriannya. Masalah itu telah berlalu. Walauun banyak perjanjian yang dimuat.

"Semester 3"

Semakin sibuk dia dengan karirnya, bahkan dia tidak masuk kelas selama 2 bulan, tapi dia sanggup mencukupi nilai-nilainya dan meminta tugas-tugas tambahannya. Ini semua karna dorongan lelaki itu, dia pasti tidak sanggup melakukan tugas yang bertumpuk selama 2 bulan itu, dia ikut membantu tugas itu, dan turut mengajarinya dia. Semester 3 ini adalah semester yang sangat menyibukan baginya, tapi ntah mengapa dia mendapat hasil yang sangat memuaskan, juara dan nilai di atas rata-rata. Dia bangga akan dirinya, dan dia tau, dia akan bisa atau lebih bisa bila dia bersama lelaki itu.

Kesimpulan : Dia ingin orang tuanya mengerti akan kisah SMAnya. Dia gak perlu larangan, karna dia tau batasan. Dia akan sangat sukses bila orang tua turut menyetujui.

Sabtu, 16 November 2013

Bakat

Kebanyakan orang sukses adalah orang yang yakin dengan bakat yang dimilikinya dan terus berjuang untuk bakatnya dan menghasilkan something yang dikejar-kejar orang, money.

Beruntungnya mereka yang kerja sesuai dengan bakat yang dimilikinya, menjalani pekerjaan tidak merasa sedang bekerja karna mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Dukungan dari orang-orang sekitar memang penting, apalagi keluarga. Tapi alangkah sayangnya, jika kita mempunyai sesuatu yang sangat menonjol, tetapi tidak difokuskan karna tidak adanya dukungan. Dukungan itu penting, untuk me-motivasi kita supaya lebih sukses lagi dalam hal itu.

Jika yakin, berjuanglah, tanpa adanya dukungan. Berjalan teguh dengan pendirian sendiri, buat orang-orang yang tidak mendukung menjadi mendukung. Buat mereka percaya bahwa di sini tempat kita, di sinilah tempat kita untuk melanjutkan hidup. Di sinilah kita bahagia, dan akan membuat orang lain bahagia melihat kita bisa teguh dengan pendirian diri.

Selasa, 10 September 2013

Haram

Udah lama gue hidup di dunia yang bisa dibilang menyenangkan banget, apalagi kalo apa yang diharamin itu halal. Iya, pastinya dunia bakal hancur emang. Tapi kita pasti bakalan lebih ngerasain surga dunia. Dan gak pake mikir lagi dampak buruk untuk ke depannya kayak apa.

Begitu juga soal hubungan lo sama pacar lo, di agama gue sih pacaran itu dilarang. Yang lebih anehnya lagi, udah tau pacaran dilarang, malah ngelakuin yang haram. Tau dong, ngewi. Si cowok yang tanpa mikir masa depan ceweknya kayak apa. Dan si cewek yang gak pake mikir dia ke depannya mau gimana. Satu masalah, bisa ngancurin semuanya. Contohnya buat keperawanan lo yang lo relain buat ngepuasin nafsu haram lo itu. Udah mikir gak, suami lo nanti bakal nerima lo yang udah gak perawan sebelum nikah, mending kalo nikahnya sama yang mecahin perawan lo. Kalo lo nikah gak sama orang yang dimaksud? Yakin bakal diterima? Ini tentang bakal jadi apa lo buat ke depannya nanti.

Perbuatan haram itu emang nyenengin hati lo, nafsu lo, otak lo, semuanya dah. Yang minum dengan pacar, sampe mabok. Terus ya, itu tadi. Kejadian yang gak kepikiran sebelumnya bisa terjadi karna lo udah ngelakuin yang gak bener sebelum lo bener-bener gak dibener-benerin. Cinta itu nyaman, pacaran itu indah. Nikah itu aman. Halal itu tentram. Haram? Haram itu nyenengin..sesaat, merugikan? Selamanya.

Minum itu enak, narkoba apalagi, bisa buat nge-fly tanpa mikir masalah-masalah lo yang bejibun itu. Pacaran itu indah, kalo dijalani dengan halal. Meski pacaran diharamkan, yang namanya manusia jaman sekarang, mau dicoba dulu sebelum membeli. Ya, maksudnya dia mau liat lo dulu sebelum nikahin lo. Selagi itu aman-aman aja, gak merugikan lo dan doi, gak buat lo sakit desah-desahan sama doi, dan mempunyai tujuan yang sama untuk perkenalan yang lebih dalam sebelum nikah. Why not?

Selasa, 06 Agustus 2013

Kelamnya duniaku

Berjalan dengan kesendirian dan kesepian, tanpa hadirnya sahabat dan cinta yang membuat hidup menjadi berwarna. Hidupku hanya seperti zebra cross, hanya ada hitam dan putih. Putih, yang berarti dingin, iya aku kedinginan. Tiada satu orangpun yang datang untuk menghangatkanku, aku sadar aku hanya sendiri. Dan hitam, hitam itu menyeramkan, hitam itu menakutkan. Itu yang aku rasakan dihidupku yang gelap ini, aku kesepian. Dunia begitu hitam, hingga tiada celah untuk calon sahabat, dan calon cintaku sulit menemuiku yang sendiri ini.



Aku hanya bisa berharap ada sahabat dan cinta yang datang mengusik. Mengusik lingkaran hitam yang menyulitkan seseorang datang untuk menarikku dari kesepian, dan kesendirian yang membuatku kedinginan akan gelapnya duniaku.

Tanpa inginku untuk melanjuti hidup di dunia ini, aku bisa apa. Aku hanya bisa menjalankan apa mau Tuhan, aku hanya bisa menjalankan keinginan-Nya yang menginginkan aku terus menjalani nikmat kehidupan yang diberikan-Nya dengan cuma-cuma kepadaku. Walau tiada kenikmatan dihidupku saat ini, aku merasa begitu dingin dan gelap. Menjalani hidup dengan kesendirian bukan hal yang mudah bagi gadis remaja yang seharusnya sedang menikmati indahnya dunia dengan para sahabatnya. Sahabat? Apa itu? Kenapa aku gak merasakan hadirnya mereka? Karna aku gak akan memiliki mereka? Atau karna waktu belum pertemukan aku dengan mereka?

Entahlah. Semakin rapuh aku di dunia ini, semakin rapuh jiwa muda yang energik untuk menjalani hari-hari yang mengesankan di masa-masa muda ini. Sayangnya hari-hari yang gak berarti ini terus berjalan dengan arus yang salah, apa artinya hidup tanpa sahabat dan cinta, apa itu layak disebut hidup? Haha, aku merasa seperti mayat hidup yang harus tetap menaruh jasad-nya di dunia yang kejam ini. Yeah, I'm a zombie. I think.

Aku. Terus. Menunggu. Sampai. Hari. Mengesankan. Itu. Datang..

Terlihat begitu mustahil bagi seorang yang telah lama menyendiri dalam kegelapan yang begitu dingin, yang mampu merapuhkan jiwa raga anak muda yang begitu energik..

..dan..

Oh my god. That day comes!  Jeritan hati ini saat melihat sekelompok para calon sahabatku yang datang dan berusaha menarikku dari kesepian dan kegelapan, terus mengusik jiwa yang telah lama sendiri ini, terus mengusik hari-hari membosankanku, sampai akhirnya mereka menghapuskan kata "kesepian" yang telah melekat di jiwa seorang gadis remaja. Terus.. terus mereka tarik raga ini yang terpolosok ke jurang dunia yang begitu kelam. Aku butuh mereka, butuh mereka untuk terus menarikku dalam kesepian, aku merasa dingin.. aku butuh beberapa manusia untuk menghangatkanku, aku dingin begitu dingin akan dunia yang ramai ini.

Terus tarik aku dalam kesepian ini, guys. Hangatkan aku, tarik aku dalam kedinginan yang menusuk ini. Buat aku terbiasa dengan hangatnya dan indahnya dunia ini, terus bantu aku keluar dari dunia kelamku. Buat aku layak menjadi salah satu dari kalian, kalian yang layak disebut manusia di dunia yang indah ini, iya "dunia" bagi para manusia bahagia lainnya. Bukan duniaku, yang hanya ada aku di dalamnya.
Mereka berhasil, setidaknya berhasil membuatku jadi salah satu di antara mereka, sahabatku yang sekarang telah bermakna menjadi "kami". Sekarang aku begitu hangat, aku merasa begitu ramai, aku telah menjadi salah satu anak remaja yang bahagia di dunia ini. Aku telah keluar dari dunia kelamku sebelumnya, dunia yang membuatku hancur, jatuh terpelosok.

Dunia yang menjauhkan aku dari indahnya dunia yang sesungguhnya. Syukur, mereka menemukanku dan bergegas untuk menolong dan menarik aku dari kelamnya dunia, dunia kelam itu hanya untukku dan milikku, manusia kesepian yang kedinginan dengan dunianya sendiri. Dunia sendiri.. bukan dunia autisme yang aku maksud, tapi dunia keterpurukanku yang datang dari kebodohanku sendiri. Dunia yang hanya berpenghuni satu manusia, it's me.

Beruntungnya aku memiliki mereka, sahabatku yang begitu mengasihiku dengan cinta yang mereka punya. Begitu membuat hari-hariku yang hanya ada hitam dan putih menjadi berwarna, penuh warna-warni dan pernak-pernik layaknya anak kecil yang baru menemukan toko mainannya, aku begitu gembira dengan hadirnya mereka. Mereka para manusia bahagia, para manusia ini sahabatku, kenalkan..

Sabtu, 03 Agustus 2013

Ah, girl.

Banyak yang bilang, kalo cowok itu mikirnya pake logika, sedangkan si cewek mikirnya pake perasaan. Gimana kalo pada kenyataannya si cowok yang mikir pake perasaan dan si cewek yang pake logika? Yang gue lihat sekarang sih adanya gitu.


cewek suka nyakitin hati cowok semena-mena, cowoknya nangis-nangis berubah jadi cengeng. Si cewek? bodo amat, yang penting hidup dia tenang nggak ada yang ngusik. Yang lebih bego lagi, kalo si cowoknya bunuh diri. ah, man-_- please, cewek nggak dia aja. Kalopun emang jodoh, pasti balik kok. Bukan jadi elo-nya yang balik ke asal lo.

Iya, kalo si cewek nyesel karna udah nyakitin perasaan lo. Kalo dia nyeselnya cuma karna bikin lo jadi mati? Itu pasti nyeseknya tingkat deh. Heran juga sama cewek zaman sekarang, cewek itu moody, man. Wajar-wajar aja sih, emang udah keturunan kaum Hawa gitu. Bagi gue cewek itu cuma ada 2 macem, kalo nggak egois, mereka bodoh.

Bodoh yang gue maksud di sini, bukan bodoh karna mereka nggak tau hasil dari 2+2 berapa. Tapi, karna keseriusan mereka terhadap cowok, yang padahal si cowoknya nggak serius sama dia. Tipe kayak gini sebenernya yang paling bertebaran di bumi. Yang namanya cowok ya 2 macem juga, kalo nggak berengsek, ya homo.

Tipe si cewek bodoh dan cowok berengsek ini paling mudah dicari dalam pergaulan remaja zaman sekarang. Ya, you know, sex? Cewek zaman sekarang emang bego masalah itung-itungan baju dia gimana dihadapan cowok, dan sikap mereka ke cowok kadang nggak mikir-mikir lagi. Sekuat apapun cowok, dia lemah sama cewek yang tanpa sehelai benang pun. Katanya sih sama-sama salah, ya karna sama-sama enak. Kalo mau sama-sama enak, tapi sama-sama gak mau anaknya. Gimana?





Kalo udah kayak gini, si cowok keluar deh berengseknya, lari dari tanggung jawab. syukur-syukur kalo si cowok mau tanggung jawab. Kalo si cowok nggak mau? Ya, paling si cewek berpikir pendek dengan cara membuang anaknya, atau ngegugurin lah paling nggak. Dunia kejam ya.

Minggu, 28 Juli 2013

Meaning Of The Music In My Mind

Cari lagu yang musiknya gampang didengar, tapi rumit untuk dimainkan. Bukan yang rumit didengar, tapi gampang dimainkan. Example : jazz, blues. Gampang diterima oleh telinga. Tapi butuh keahlian yang khusus untuk memainkan musiknya. well, alhamdulillah gue punya band sekolah yang bergenre blues-jazz, tapi kami gak menghilangkan unsur rock disetiap musik yang kami mainkan.


Embedded image permalink

Yang rumit didengar? In my opinion ya, ya itu punk. Kurang bisa diterima ditelinga ya, tapi ya memainkan musiknya gampang. Bukan ngeremehin. Karna, cara memainkan musik punk ya itu, pake emosi, modal speed. Gak ada tekhnik khusus. Terus kebanyakan musiknya monoton, itu-itu aja. Sayangnya, band pribadi gue (di luar sekolah) suka nge-punk gitu.

Gue sesali soal band pribadi gue, banyak perbedaan pendapat diantara kami semua. Thanks buat yang baca, ini cuma curahan hati soal musik. Sorry bagi yang tersinggung. Yang namanya bermusikkan butuh meluangkan pendapat sama kritik juga ya. Yang mau kritik. Silahkan.