Masa lalu, kenangan, adalah kata-kata mujarab yang akan membuat kita galau setengah mati, asal gak sampe mati aja. Kata move on emang selalu berlaku jikalau kita udah biasa aja ngeliat kenangan-kenangan itu. Apalagi kalau kita udah punya orang yang membuat kita terus menatap ke depan.
Menjadi kepunyaan orang dalam kurun waktu yang cukup lama bukan berarti akan menjadi kepunyaan untuk selamanya. Mungkin bisa untuk dimiliki selamanya, tapi akankah bisa sang kepunyaan jadi orang yang tetap sama untuk selamanya? Nggak. Itu yang aku rasain, semua berubah, semuanya seperti terkikis. Ibarat batu jika terus-menerus diterjang oleh air akan habis juga batu tersebut. Apalagi hati yang lembek ini? Disakiti terus-menerus, habislah hati ini. Ya, memang sudah habis.
Tapi aku tetap bertahan, walaupun perasaan itu gak ada lagi. Aku hanya menghargai hubungan kami yang sudah cukup lama ini. Tetap berusaha membuat hubungan ini menjadi menyenangkan, hanya ketus yang ku dapat. Selalu. Ya, hanya itu. Tidak ada usahanya untuk menghargai usahaku ini, tidak seperti aku yang terus berusaha untuk bertahan dalam lingkaran yang sudah kosong ini. Aku tak tau berapa lama aku bisa bertahan.
Sudah lama aku menahan, sudah lama aku merasa sendiri dengan ikatan, tiba-tiba ada sesosok yang datang lagi seakan-akan ingin menjemputku. Ntah, aku tak bisa abaikan dia, dia selalu mempunyai ruang untuk tinggal dihatiku. Dengan kedatangan dia membuatku goyah untuk bertahan dengan hati yang kosong ini, aku harus memutuskan hubungan ini.
Tidak, aku membuat keputusan seperti ini bukan karna kehadiran dia, tapi karna aku tak bisa membohongi hatiku terus-menerus, dan dia? Dia yang membuat aku sadar, aku harus berkata jujur hatiku bukan untuk hubungan ini lagi. Masalah hati siapa tau? Hatilah yang selalu jujur, hatilah yang selalu tau, tapi berhati-hatilah dengan hati.
Hatiku sudah kembali lagi ke tangan dia, dia yang dulu pernah ada di hatiku. Apa akan abadi? Siapa yang tau?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar