Cinta bisa datang dan pergi sesukanya, tanpa mengenal situasi dan kondisi.
Taken bukan berarti cinta, itu yang gue rasain sama Putra. Biasa aja, iya semuanya biasa aja, hanya hubungan anak remaja untuk menutupi kesepiannya. Tak berlangsung lama, hanya 1 bulan dan selesai. Nyambung? Nggak, aku bukan tipe orang yang seperti itu. Lebih baik menjomblo dahulu, daripada harus menjalani hubungan yang gak lurus lagi. Karna apa? Pacaran itu seperti benang yang satu, jika diputuskan dan disambung kembali. Apa yang terjadi? Tidak lurus lagi bukan?
Setelah aku tinggalkan Putra, aku tau emang itu keinginan dia. Sembuh luka yang aku rasakan semenjak aku menemukan dia, teman yang selalu ada disaat aku butuh, dia Yoga. Dia selalu ada, untuku.
Hubungan ini selesai, aku dan Yoga semakin dekat, dan dekat, akhirnya aku tau dan aku rasakan. I'm fallin' in love with him. Kami selalu berhubungan, smsan aja sih gak lebih, beberapa hari setelah itu agak kaget juga. Tiba-tiba dia telfon aku.
He said : "Mau gak jadi pacar aku?"
Me : "Ya.."
Simpel. Dan, aku gak tau hubungan ini bakal berhasil apa enggak. Yang jelas aku gak berani serius.
Kasmaran.. itu yang kami rasakan saat baru-baru memulai hubungan. Berjalannya waktu, banyak kejadian, kontra, dan sebagainya yang merusak hubungan kami ini. Dan. Kami lewati, dan dia lupakan begitu saja. Itulah dia, aku gak suka, aku gak pernah suka sifat orang yang seperti itu.
Gak terasa, tinggal berapa bulan lagi hampir setahun, dan aku semakin kehilangan perasaan dengan dia, dia mulai kasar, terlalu egois, dia jauh dari sebelumnya. Yoga yang aku cintai dulu, bukan seperti sekarang. Dan dia tidak pernah merasakan salah.
Disaat hatiku mulai kosong, tiba-tiba ada yang datang, masa laluku, bukan mantan, hanya teman dekatku dulu, aku merasakan itu padanya. Aku rasa, I'm falling in love (again) disaat aku masih taken. Aku gak bisa bilang dia siapa, masih rahasia, tapi aku selalu jujur soal hubunganku dengan Yoga. Karna aku buka tipe orang yang suka dibelakang.
Apapun keputusannya nanti, aku hanya ingin hal ini mengalir saja seperti air walau nanti akan bertemu jurang. Aku mohon, jangan sekarang. Biarkan aku berpikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar