Selasa, 06 Agustus 2013

Kelamnya duniaku

Berjalan dengan kesendirian dan kesepian, tanpa hadirnya sahabat dan cinta yang membuat hidup menjadi berwarna. Hidupku hanya seperti zebra cross, hanya ada hitam dan putih. Putih, yang berarti dingin, iya aku kedinginan. Tiada satu orangpun yang datang untuk menghangatkanku, aku sadar aku hanya sendiri. Dan hitam, hitam itu menyeramkan, hitam itu menakutkan. Itu yang aku rasakan dihidupku yang gelap ini, aku kesepian. Dunia begitu hitam, hingga tiada celah untuk calon sahabat, dan calon cintaku sulit menemuiku yang sendiri ini.



Aku hanya bisa berharap ada sahabat dan cinta yang datang mengusik. Mengusik lingkaran hitam yang menyulitkan seseorang datang untuk menarikku dari kesepian, dan kesendirian yang membuatku kedinginan akan gelapnya duniaku.

Tanpa inginku untuk melanjuti hidup di dunia ini, aku bisa apa. Aku hanya bisa menjalankan apa mau Tuhan, aku hanya bisa menjalankan keinginan-Nya yang menginginkan aku terus menjalani nikmat kehidupan yang diberikan-Nya dengan cuma-cuma kepadaku. Walau tiada kenikmatan dihidupku saat ini, aku merasa begitu dingin dan gelap. Menjalani hidup dengan kesendirian bukan hal yang mudah bagi gadis remaja yang seharusnya sedang menikmati indahnya dunia dengan para sahabatnya. Sahabat? Apa itu? Kenapa aku gak merasakan hadirnya mereka? Karna aku gak akan memiliki mereka? Atau karna waktu belum pertemukan aku dengan mereka?

Entahlah. Semakin rapuh aku di dunia ini, semakin rapuh jiwa muda yang energik untuk menjalani hari-hari yang mengesankan di masa-masa muda ini. Sayangnya hari-hari yang gak berarti ini terus berjalan dengan arus yang salah, apa artinya hidup tanpa sahabat dan cinta, apa itu layak disebut hidup? Haha, aku merasa seperti mayat hidup yang harus tetap menaruh jasad-nya di dunia yang kejam ini. Yeah, I'm a zombie. I think.

Aku. Terus. Menunggu. Sampai. Hari. Mengesankan. Itu. Datang..

Terlihat begitu mustahil bagi seorang yang telah lama menyendiri dalam kegelapan yang begitu dingin, yang mampu merapuhkan jiwa raga anak muda yang begitu energik..

..dan..

Oh my god. That day comes!  Jeritan hati ini saat melihat sekelompok para calon sahabatku yang datang dan berusaha menarikku dari kesepian dan kegelapan, terus mengusik jiwa yang telah lama sendiri ini, terus mengusik hari-hari membosankanku, sampai akhirnya mereka menghapuskan kata "kesepian" yang telah melekat di jiwa seorang gadis remaja. Terus.. terus mereka tarik raga ini yang terpolosok ke jurang dunia yang begitu kelam. Aku butuh mereka, butuh mereka untuk terus menarikku dalam kesepian, aku merasa dingin.. aku butuh beberapa manusia untuk menghangatkanku, aku dingin begitu dingin akan dunia yang ramai ini.

Terus tarik aku dalam kesepian ini, guys. Hangatkan aku, tarik aku dalam kedinginan yang menusuk ini. Buat aku terbiasa dengan hangatnya dan indahnya dunia ini, terus bantu aku keluar dari dunia kelamku. Buat aku layak menjadi salah satu dari kalian, kalian yang layak disebut manusia di dunia yang indah ini, iya "dunia" bagi para manusia bahagia lainnya. Bukan duniaku, yang hanya ada aku di dalamnya.
Mereka berhasil, setidaknya berhasil membuatku jadi salah satu di antara mereka, sahabatku yang sekarang telah bermakna menjadi "kami". Sekarang aku begitu hangat, aku merasa begitu ramai, aku telah menjadi salah satu anak remaja yang bahagia di dunia ini. Aku telah keluar dari dunia kelamku sebelumnya, dunia yang membuatku hancur, jatuh terpelosok.

Dunia yang menjauhkan aku dari indahnya dunia yang sesungguhnya. Syukur, mereka menemukanku dan bergegas untuk menolong dan menarik aku dari kelamnya dunia, dunia kelam itu hanya untukku dan milikku, manusia kesepian yang kedinginan dengan dunianya sendiri. Dunia sendiri.. bukan dunia autisme yang aku maksud, tapi dunia keterpurukanku yang datang dari kebodohanku sendiri. Dunia yang hanya berpenghuni satu manusia, it's me.

Beruntungnya aku memiliki mereka, sahabatku yang begitu mengasihiku dengan cinta yang mereka punya. Begitu membuat hari-hariku yang hanya ada hitam dan putih menjadi berwarna, penuh warna-warni dan pernak-pernik layaknya anak kecil yang baru menemukan toko mainannya, aku begitu gembira dengan hadirnya mereka. Mereka para manusia bahagia, para manusia ini sahabatku, kenalkan..

5 komentar: