Aku hanya bisa berharap ada sahabat dan cinta yang datang
mengusik. Mengusik lingkaran hitam yang menyulitkan seseorang datang untuk
menarikku dari kesepian, dan kesendirian yang membuatku kedinginan akan
gelapnya duniaku.
Tanpa inginku untuk melanjuti hidup di dunia ini, aku bisa
apa. Aku hanya bisa menjalankan apa mau Tuhan, aku hanya bisa menjalankan
keinginan-Nya yang menginginkan aku terus menjalani nikmat kehidupan yang
diberikan-Nya dengan cuma-cuma kepadaku. Walau tiada kenikmatan dihidupku saat
ini, aku merasa begitu dingin dan gelap. Menjalani hidup dengan kesendirian
bukan hal yang mudah bagi gadis remaja yang seharusnya sedang menikmati
indahnya dunia dengan para sahabatnya. Sahabat? Apa itu? Kenapa aku gak
merasakan hadirnya mereka? Karna aku gak akan memiliki mereka? Atau karna waktu
belum pertemukan aku dengan mereka?
Entahlah. Semakin rapuh aku di dunia ini, semakin rapuh jiwa
muda yang energik untuk menjalani hari-hari yang mengesankan di masa-masa muda
ini. Sayangnya hari-hari yang gak berarti ini terus berjalan dengan arus yang
salah, apa artinya hidup tanpa sahabat dan cinta, apa itu layak disebut hidup?
Haha, aku merasa seperti mayat hidup yang harus tetap menaruh jasad-nya di
dunia yang kejam ini. Yeah, I'm a zombie.
I think.
Aku. Terus. Menunggu. Sampai. Hari. Mengesankan. Itu.
Datang..
Terlihat begitu mustahil bagi seorang yang telah lama menyendiri dalam kegelapan yang begitu dingin, yang mampu merapuhkan jiwa raga anak muda yang begitu energik..
Terlihat begitu mustahil bagi seorang yang telah lama menyendiri dalam kegelapan yang begitu dingin, yang mampu merapuhkan jiwa raga anak muda yang begitu energik..
..dan..
Oh my god. That day comes! Jeritan hati ini saat melihat sekelompok para calon sahabatku yang datang dan berusaha menarikku dari kesepian dan kegelapan, terus mengusik jiwa yang telah lama sendiri ini, terus mengusik hari-hari membosankanku, sampai akhirnya mereka menghapuskan kata "kesepian" yang telah melekat di jiwa seorang gadis remaja. Terus.. terus mereka tarik raga ini yang terpolosok ke jurang dunia yang begitu kelam. Aku butuh mereka, butuh mereka untuk terus menarikku dalam kesepian, aku merasa dingin.. aku butuh beberapa manusia untuk menghangatkanku, aku dingin begitu dingin akan dunia yang ramai ini.
Oh my god. That day comes! Jeritan hati ini saat melihat sekelompok para calon sahabatku yang datang dan berusaha menarikku dari kesepian dan kegelapan, terus mengusik jiwa yang telah lama sendiri ini, terus mengusik hari-hari membosankanku, sampai akhirnya mereka menghapuskan kata "kesepian" yang telah melekat di jiwa seorang gadis remaja. Terus.. terus mereka tarik raga ini yang terpolosok ke jurang dunia yang begitu kelam. Aku butuh mereka, butuh mereka untuk terus menarikku dalam kesepian, aku merasa dingin.. aku butuh beberapa manusia untuk menghangatkanku, aku dingin begitu dingin akan dunia yang ramai ini.
Terus tarik aku dalam kesepian ini, guys. Hangatkan aku, tarik aku dalam kedinginan yang menusuk ini.
Buat aku terbiasa dengan hangatnya dan indahnya dunia ini, terus bantu aku
keluar dari dunia kelamku. Buat aku layak menjadi salah satu dari kalian,
kalian yang layak disebut manusia di dunia yang indah ini, iya
"dunia" bagi para manusia bahagia lainnya. Bukan duniaku, yang hanya
ada aku di dalamnya.
Mereka berhasil, setidaknya berhasil membuatku jadi salah satu di
antara mereka, sahabatku yang sekarang telah bermakna menjadi "kami".
Sekarang aku begitu hangat, aku merasa begitu ramai, aku telah menjadi salah
satu anak remaja yang bahagia di dunia ini. Aku telah keluar dari dunia kelamku
sebelumnya, dunia yang membuatku hancur, jatuh terpelosok.
Dunia yang menjauhkan aku dari indahnya dunia yang
sesungguhnya. Syukur, mereka menemukanku dan bergegas untuk menolong dan
menarik aku dari kelamnya dunia, dunia kelam itu hanya untukku dan milikku,
manusia kesepian yang kedinginan dengan dunianya sendiri. Dunia sendiri.. bukan
dunia autisme yang aku maksud, tapi
dunia keterpurukanku yang datang dari kebodohanku sendiri. Dunia yang hanya
berpenghuni satu manusia, it's me.

kenalkan, aku Eka :)
BalasHapusBahasanya puitis tapi absurd bener :|
BalasHapusTapi ngakak juga, keren
kampret christ-_-
BalasHapusjadi itu maksudnya "that day comes" tadi. ohh..
BalasHapus._.
BalasHapus